Gresik, 29 Juni 2008
Untuk pertama kalinya di tahun 2008 ini Yayasan Majlis Tafsir Al-Quran (MTA) meresmikan perwakilan dan cabang yang ada di daerah, yaitu MTA perwakilan Gresik sekaligus dengan cabang Menganti pada hari Ahad 29 Juni 2008 bertempat di lapangan Segunting komplek Semen Gresik Jawa Timur.
Lebih dari 6000 orang berdatangan di kota tempat dimakamkannya Sunan Gunung Giri untuk menghadiri pengajian Akbar yang sedianya mendatangkan KH. Ir. Solahuddin Wahiid (Gus Solah), namun karena beliau sakit, maka pengajian akbar hanya diisi oleh KH Hamidan dari MUI Pusat dan Dr. Dr. Zaenal Arifin Adnan, SpPd.
Surakarta, 22 Juni 2008
Untuk kesekian kalinya seorang tokoh yang tidak asing lagi bagi warga MTA bahkan juga bagi rakyat Indonesia ini datang ke pengajian ahad pagi (Jihad Pagi) guna menyampaikan beberapa informasi hangat yang sedang terjadi dengan bangsa ini khususnya bagi umat Islam di Indonesia. Dia adalah Muhammad Mahendra Data dari TPM (Tim Pengacara Muslim) yang disertai dengan tokoh-tokoh lain diantaranya, H. Ahmad Mihdan, SH dari TPM, Mursalim dari FUI (Forum Umat Islam), Prof. Bambang dari UMS, Prof M. SholehYAI dari MUI Surakarta dan masih banyak lagi tokoh lain dari Jakarta maupun dari kota Surakarta.
Jerman adalah negara sekuler yang cukup bersahabat dengan Islam. Mayoritas penduduknya beragama Kristen Protestan. Di negaranya Hitler yang terkenal sadis itu ternyata ada sekitar 3,5 juta jiwa yang beragama Islam. Sebagian besar dari mereka berasal dari Turki. Sebagian lain dari Arab, India, Iran dan negara-negara Balkan. Pemerintah Jerman menghormati Kebebasan Beragama (Freedom of Religion) dan menyediakan guru agama Islam yang beragama Islam untuk para siswa yang beragama Islam di sekolah negeri.
Pengajian ini bersifat umum, siapa saja boleh hadir dan tidak dipungut bayaran apapun. Seperti biasa dimana saja Al Ustadz mengisi pengajian, beliau tidak perhnah kerso menerima imbalan apapun dari panitia. Yang beliau harapkan hanya mardlotillah. Garis kebijakan seperti ini berlaku untuk semua guru daerah atau ustadz-ustadz MTA yang ditugaskan kemana saja untuk memberikan pengajian.
هُوَ اللَّهُ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلاَمُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dia-lah Allah Yang tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala keagungan, Maha Suci, Allah dari apa yang mereka persekutukan.
(QS 59: 23)